
Banyak orang yang takut menerapkan Feng Shui pada rumah yang sudah jadi, dengan alasan takut membongkar dan mengubah rumahnya. Saya tegaskan, Feng Shui tidak identik dengan membongkar. Suatu rumah yang sudah ada, belum tentu buruk Feng Shuinya, belum tentu baik juga Feng Shuinya. idealnya Feng Shui yang sudah baik di dalam rumah, hendaknya dipertahankan/ditingkatkan, dan bagian yang kurang baik, kita perbaiki, tidak harus membongkar seluruh rumah, mana-mana yang panting/vital saja dulu, bisa dilakukan ”step by step” (bertahap/satu demi satu).
Sebelum mengetahui keadaan rumah, (minimal dengan data gambar denah), maka belum bisa dipastikan baik/buruknya Feng Shui rumah tersebut. Jadi pembongkaran rumah tidak perlu dilakukan apabila Feng Shuinya sudah baik, mana-mana yang kurang baik saja kita perbaiki untuk menekan adanya energi negatif dan meningkatkan energi positif.
Jadi tidak periu takut untuk menerapkan Feng Shui pada rumah, sebelum benar benar mengetahui ada Feng Shui yang buruk di rumah aspek feng shui dalam rumah dapat diperhatikan lebih jauh lagi.
Berikut adalah pertanyaan dari Client Lie Feng Shui, Mengenai shio dan elemen pribadi masing-masing penghuni: ( Berikut data 6 orang yang tinggal dirumah tersebut )
- ibu lstri (orangtua) 25 Maret 1945 Ayam Kayu
- Suami 20 Februari 1969 Ayam Tanah
- lstri 28 September 1970 Anjing Logam .
- Anak 3 Juni 2001 Ular Logam .
- Sepupu 8 Maret 1982 Anjing Air
Maaf data Rumah Client tidak kami publish disini.
Arah hadap rumah ke Selatan tidak ada masalah.
lbu dan suami sebaiknya tukar kamar tidur dengan orangtua, Ibu dan suami di iantai 2 sedangkan orang tua di lantai 1. Kamar orangtua (lantai 1), ranjang menghadap Utara. Kamar utama (lantai 2), ranjang menghadap Utara.
Kloset segaris dengan pintu toilet, lebih fatal lagi pintu toilet segaris dengan kompor. Maka berilah kaca cermin di pintu toilet sehingga sewaktu kita berada di kloset kita dapat bercermin, ukuran cermin tinggi dan lebamya ditarik 10 cm sekeliling dari tepi luar daun pintu. Lalu berilah sekat di antara kompor dan pintu toilet. tinggi dan lebar sekat hams Iebih tinggi dan Iebar daripada lubang pintu toilet.
Mengenai denah rumah baru (yang akan ditempati):
Arah naik tangga bisa diubah. Kamar utama Iebih lebar dengan toilet dalam. Pintu kamar utama dekat balkon. Perhatikan pintu ke ruang balkon digunakan pintu sorong karena terletak tepat di depan bibir tangga (jangan pakai pintu dorong). Jendela bisa dibuat lebih lebar.
Pada dapur, kompor di Barat, sink diTimur. Ruang dapur bisa pakai filtrex dalam (tanpa cetobong).
Pintu utama bisa digeser agar mang tamu lebih lapang.
Pintu utama: Iebar 90 cm. tinggi 210 cm (diukur dari lubang efektif pintu atau lebar = kusen dalam kiri terhadap kusen dalam kanan dan tinggi = kusen atas bagian bawah terhadap muka lantai). Untuk tangga dengan tinggi plafon 278 cm, maka muka lantai 2 peilnya sekitar 300 menjadi cukup dipakai 16 trap anak tangga.
AC yang digunakan untuk kamar orangtua dan kamar anak. tidak masalah, justru kamar anak yang tanpa jendela (karena tedetak di tengah) akan mendapatkan udara segar dari AC.
Ruang tamu bisa memakai dinding keramik, perhatikan warnanya (wama interior).
Mengenai masalah pribadi yang ditanyakan :
Saya rasa semua masalah lbu tersebut merupakan tanda-tanda Feng Shui buruk, saya yakin setelah lbu menerapkan Feng Shui yang benar pada hunian lbu, maka semuanya akan segera membaik.
Mengenai penyakit yang lbu derita, memang pengobatan tradisional akan Iebih baik dilakukan karena tidak menimbulkan efek samping karena bahan yang dipakai alami.
Setiap manusia mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda Justru. Penerapan Feng Shui pada hunian adalah menyelaraskan dan menyeimbangkan antar penghuni agar harmonis dan bahagia, terutama antara suami dan istri. Tanggal pemikahan sudah tedanjur terjadi dan dilewati. maka tidak jadi masalah, yang terpenting sebaiknya penerapan Feng Shui akan sangat diperlukan untuk perbaikan dan pemecahan semua masalah lbu.
lngat: dalam hidup diperlukan pengendalian diri yang baik (termasuk emosi) agar semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Mengalahlah untuk menang, jangan mudah terpancing emosi, semakin kita bisa mengendalikan emosi maka kita semakin cerdas dan bijaksana. Emosi berlebih hanya akan menghancurkan kebahagiaan dan merugikan diri kita sendiri.Tanpa emosi maka kita akan menjadi manusia sabar dan menyenangkan sehlngga disukai oleh orang lain. Hal ini akan membawa kebaikan dan kebahagiaan untuk diri kita sendiri.
Pertengkaran hanya akan merugikan diri sendiri, bukannya memperbaiki keadaan akan makin memperkeruh suasana. Maka ciptakan suasana harmonis dan bersahabat yang menyenangkan serta akan menguntungkan diri kita, juga mendatangkan kebahagiaan lahir & batin.
Untuk pindah rumah seharusnya sebelumnya semua perabot utama sudah siap (misal: ranjang, kompor, sink, toilet, dll.), jadi kita pindah tinggal menempati saja karena semua sudah siap. Sebaiknya pada waktu pindah, yang masuk pertama adalah yang tertua lalu disusul yang termuda (suami, istri, anak-anak).
Lalu nyalakan kompor lalu matikan sebagai simbol (simbol ”yang”) kita sudah menggunakan rumah, juga pada toilet, hidupkan keran Ialu matikan sebagai simbol (simbol”yin”) kita sudah menggunakan rumah, kompor dan toilet adalah simbol keseimbangan. Lalu masing-maslng penghuni masuk ke kamar masing-masing, setelah itu bisa keluar kamar, sebagai simbolisasi/syarat saja kita telah memakai kamar. Setelah itu, lbu dapat mengadakan upacara pemberkatan/selamatan rumah sesuai agama kepercayaan lbu, biasanya memanggil pemuka agama untuk berdoa bersama, Ialu mengadakan acara makan-makan bersama (bisa secara sederhana saja).
