
Feng shui merupakan ilmu yang sudah berusia lebih dari lima ribu tahun. Awal lahirnya ilmu feng shui ini ada di negara RRC, hal ini karena dasar dari ilmu feng shui adalah ajaran agama Tao yang merupakan agama yang banyak diyakini oleh masyarakat RRC.
Ilmu feng shui lahir untuk menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan kehidupan manusia tetapi sulit dijelaskan, biasa disebut faktor X. Tujuan feng shui adalah menyelaraskan hubungan antara manusia, surga, dan bumi.
Dengan selarasnya hubungan tersebut maka diharapakan akan timbul aliran energi yang positif, yang akhirnya mudah pula mendapatkan hal-hal baik seperti kesehatan, keberuntungan, dan rejeki.
Dasar dari analisa ilmu feng shui adalah shio dan unsur, tetapi terkadang feng shui menggunakan salah satu bagian ilmunya yaitu membaca garis telapak tangan.
Feng shui memandang garis tangan merupakan cermin bagi seseorang, dari garis telapak tangan seorang ahli feng shui bisa membaca masa lalu, masa kini, dan masa depan seseorang.
Dan garis pada telapak tangan bisa berubah-ubah terutama untuk garis yang menentukan masa kini dan masa depan. Perubahan ini tergantung dari sang pemilik garis tersebut, bisa dikatakan setiap usaha atau tanpa usaha akan terlihat perubahannya.
Dan perlu diketahui membaca garis telapak tangan merupakan ilmu yang bisa dipelajari, walaupun dari segi keakuratannya tentu membutuhkan pengalaman.
Semakin berpengalaman orang yang membaca garis telapak tangan maka semakin akuratlah hasil analisa orang tersebut.
Oleh karena itu sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli feng shui yang berpengalaman. Salah satunya adalah Mr. Lie Ping Sen yang telah mempraktekan ilmu feng shui ini kurang lebih 30 tahun.
Mr. Lie Ping Sen sangat menyukai hubungan antar manusia, dari kesukaan tersebut beliau mulai tertarik untuk mempelajari ilmu feng shui. Beliau pun memiliki gelas sarjana dari Universitas Brawijaya.
Kemampuan beliau dalam ilmu feng shui tidak diragukan lagi, sudah banyak yang ditolong oleh beliau baik di Indonesia maupun di manca negara.
