- October 15, 2016
- Posted by: LFS
- Category: Fengshui Indonesia
Jasa Ramal Tarot – Hal pertama melintas di pikiran kita ketika mendengarkan tentang Kartu Tarot merupakan hal-hal yang bersifat klenik terkait ramalan; sesuatu yang mengerikan, menakutkan atau bahkan kematian. Anehnya, semua itu tidak pernah terbantahkan. Orang-orang yang menggeluti di dunia Tarot pun seakan mengamini anggapan negatif tersebut tanpa bermaksud mengoreksinya.
Kartu yang dapat meramal dan secara ilmiah dapat meningkatkan “feeling” dan intuisi penggunanya, kartu ini bisa dimodifikasi dengan permainan sulap, digunakan dalam meramal maupun digunakan untuk kebutuhkan psikologis. Tarot merupakan sekelompok kartu berjumlah 78 lembar yang pada umumnya digunakan untuk kepentingan ramalan nasib atau spiritual. 22 kartu disebut dengan Arcana Mayor dan 56 kartu disebut dengan Arcana Minor. Set Tarot yang populer yaitu Tarot Rider-Waite-Smith yang dibuat oleh A.E Waite serta ilustrator Pamela Colman Smith. Dokumen sejarah telah mengindikasikan bahwa Tarot berasal dari Negara Italia. Sampai saat ini, kartu Tarocchi masih populer di Eropa.
56 kartu 10 sendiri dibagi menjadi 4 jenis kartu. Menurut tradisi Italia, jenis kartu tersebut berupa Cawan, Pedang, Koin dan Tongkat. Kelompok tersebut terdiri dari kartu As, 2 sampai 10, dan kartu royal: Jack (disebut juga Knave atau Page), Queen dan King dan Knight (Ksatria). Jumlah kartu setiap kelompok yaitu 14 kartu. Dalam pembacaan kartu Arcana Minor, jika kartu terbuka secara terbalik artinya cenderung pada hal yang negatif. Oleh karena itu Klien Tarot haruslah berhati-hati. Sebaliknya jika posisi kartunya tegak, maka artinya cenderung positif. Akan tetapi ada juga beberapa kartu yang sekalipun tegak artinya pun negatif.
Bandingkanlah kartu Arcana Minor dengan kartu remi yang modern, yang biasanya lebih dikenal dengan kartu Sekop, Keriting, Hati dan Diamond pada kartu remi. Setiap kelompok kartu Remi mempunyai 13 kartu yakni As, 2-10, Jack, Queen dan King. Asal dari kartu Remi pun berhubungan dengan kartu Tarot. Peradaban Eropa pun memulai memainkan kartu Remi pada periode 1375-1380.
Di dalam budaya Barat, kartu Tarot dipercayai mempunyai kemampuan untuk meramal nasib, masa depan dan peruntungan, kartu Tarot bahkan digunakan sebagai alat untuk mencapai ke alam bawah sadar. Di negara-negara seperti Italia, Prancis, Austria, Swiss dan Jerman, Tarot masih merupakan permainan kartu favorit.
Gereja Katolik serta pemerintah daerah di Eropa tak selalu melarang permainan Tarot. Beberapa daerah pun bahkan memperbolehkan warganya untuk memainkan Tarot dimana permainan kartu yang lainnya jelas-jelas dilarang. Hak eksklusif tersebut tak berlangsung lama. Di akhir abad ke-14 Johannes von Rheinfelden, seorang penceramah dari Swiss, menyerang perjudian dan permainan kartu secara tiba-tiba.
Akibat pernyataan ini, John I dari Castile, pemerintah Basel dan Firenze secara bersamaan menerbitkan tentang larangan bermain kartu. Beberapa tempat seperti Duchy of Brabant dan Regensburg pun menerbitkan larangan yang serupa di tahun 1379. Bernard Siena memberikan ceramah bahwa kartu bermain merupakan hasil ciptaan Setan. Namun sekarang ini kartu tarot sah-sah saja digunakan sebagai media peramalan.
Bagi yang telah lama mengenal sampai timbul rasa ketertarikan kemudia mendalaminya, kartu Tarot dapat juga berfungsi sebagai kartu untuk mawas diri. Yang dimaksud dengan mawas diri disini yaitu dimana kita dapat berhati-hati pada setiap langkah perjalanan hidup kita, sehingga jika ada cobaan atau rintangan yang menghadang kita dapat menyiapkan mental dalam menghadapinya.
Tak jauh berbeda halnya dengan kartu Tarot. Karena , berbagai kata kunci yang terdapat pada ke 78 kartu tersebut tak terlepas dari ilmu psikologi kepribadian. Berbagai jenis karakter manusia tercermin pada arti kartu-kartu tersebut. Yang menjadi berbeda yaitu pembaca kartu Tarot tak menggunakan sesi test secara tertulis, akan tetapi mencoba untuk menggunakan metode wawancara dengan klien dan juga menggunakan kepekaan daya intuisinya untuk mengocok, menebarkan sampai menjelaskan arti tebarannya.
Hal yang harus diingat yaitu saat kita ingin menggunakan kartu ini menjadi sebuah media konsultasi, maka banyak hal-hal lain yang harus kita pelajari selain mengasah ketajaman daya intuisi dan juga menghafalkan arti kartu dan tebarannya. Adapun yang perlu dipelajari yaitu dasar-dasar psikologi kepribadian itu sendiri, hubungannya dengan budaya serta keterkaitannya dengan lingkungan sosial baik individu ataupun kelompok. Sehingga, kita tak boleh bersikap apatis terhadap sesuatu yang ada di sekitar kita, baik pengalaman pribadi ataupun pengalaman-pengalaman orang disekitar kita.
Kelebihan daripada kartu tarot yaitu kesan non-formal pada tahap konsultasi karena ilustrasi pada kartu-kartu cukup bisa membuat kita sedikit lebih santai dan juga tak mengesankan bahwasannya kita merupakan seorang penderita atau pasien saat kita ingin bertanya dengan seorang peramal tarot. Semua membuat lebih terkesan curhat atau sharing antar sahabat atau teman. Jika anda penasaran dengan nasib atau takdir anda dimasa di depan, anda bisa menyewa jasa ramal tarot.
