Ramalan Saat Yang Tepat Untuk Menikah

Cinta, dari mana datangnya perasaan itu? Ada yang bilang cinta itu dari mata turun ke hati.
Pernahkah Anda merasakan, ketika bertemu dengan seseorang, lalu hati Anda ada semacam debaran yang Anda sendiri tidak tahu kenapa?
Ada juga yang sudah mengalami beberapa kali jatuh cinta namun tidak sampai berlanjut kepada komitmen untuk membentuk rumah tangga, yang akhirnya justru kandas dan berantakan.
Mungkin ada yang merasa dirinya masih muda, masih cantik, masih menarik, namun dalam sekejap waktu terasa begitu cepat, lalu mulai bingung kapan jodoh saya akan datang? Dimana jodoh saya?
Apa yang harus dilakukan?
Ada pepatah yang mengatakan bahwa pria paling ditakutkan adalah salah memilih karier, sedang wanita paling ditakutkan salah memilih suami, tapi juga bukan berarti pria harus pasrah untuk mendapatkan pekerjaan apa saja, atau wanita harus pasrah saja menunggu jodohnya. Bukankah begitu seharusnya?
Ada lagi pepatah yang mengatakan dibalik seorang pria yang sukses selalu ada seorang wanita yang hebat.
Disini menunjukkan adanya saling ketergantungan dan hubungan yang erat, yaitu pentingnya mendapatkan pasangan hidup yang baik, yang ideal.
Didunia ini tidak ada yang sempurna, namun kita tetap bisa merasakan adanya kebutuhan untuk mendapatkan petunjuk dan tanda-tanda agar kita bisa membenahi langkah kita.
Semua orang membutuhkan petunjuk, semua orang membutuhkan arahan.
Yang belum mendapatkan jodoh membutuhkan arahan agar tidak terlewatkan “masa” emasnya dan mendapatkan yang paling baik bagi dirinya.
Yang sudah berumah tangga membutuhkan arahan agar bisa menghindari atau melewati “masa” krisis yang tidak tahu kapan akan datangnya.
Yang sudah memiliki anak membutuhkan arahan bagaimana jalan kedepannya agar bisa lebih di perhatikan dan bisa memberikan yang terbaik.
Sayangnya, petunjuk dan arahan yang baik dan benar tidak setiap orang bisa memberikannya.
Kita membutuhkan orang yang benar-benar sesuai dan mampu memberikan hal itu.
Semoga saja orang yang demikian akan hadir dikehidupan kita.
Berikut kisah nyata tetang Ms. A
Ada seorang wanita, katakanlah Ms. A, bertanya tentang jodohnya. Setelah ngobrol sebentar, saya bertanya apakah dia sudah ada calonnya, ternyata dia menjawab bahwa sebenarnya sudah ada.
Maka saya menyarankan kalau bisa saya bertemu dengan calonnya itu, karena kalau dilihat dari garis tangannya, masih ada kesempatan lain, akhirnya dengan secara tidak langsung, saya dipertemukan dengan calonnya tersebut.
Sambil ngobrol saya berusaha menilai kira-kira bagaimana karakternya, ternyata saya melihat ada hal yang negatif yang akan secara langsung mempengaruhi perkawinannya kelak, saya memberi saran. Kalau pun masih bisa ditunda, ya ditunda dululah, jangan terburu dijadikan.
Beberapa tahun kemudian, saya mendapatkan undangan perkawinannya, dan ternyata dia menikah dengan orang yang lain dari yang saya lihat itu, sepintas keluarganya mengatakan kepada saya, beruntung waktu itu diberi arahan sehingga dibatalkan. Kalau tidak, menurut mereka, Ms. A bakalan mendapatkan suami yang “sangat” tidak ideal, karena mereka secara nyata melihat bagaimana keluarga “pria” itu sekarang. Pria itu juga sudah berkeluarga dan ternyata baru berjalan beberapa bulan sudah berantakan.



2 Comments

  • Vicky restu febriani

    Saya punya pacar bernama Indra Kusuma saya dan dia berbeda agama saya kristen dia muslim apakah mungkin kami bisa menjalani hubungan ini sampai ke pernikahan dan apakah dia bersedia ikut agama saya?

    • ria sinaga

      Bung vicky.. agama dan kepercayaa n tidak bisa dipaksakan … knapa tidak bung sendiri masuk agama dia muslim.. ayo, apa rasanya coba…
      modal dong… klo mau nikah beda agama yah keluar negri lah

Leave a Reply