Mr. Lie Meramal Jodoh

Kisah nyata 10 tahun lalu tentang seorang wanita, kita sebut saja Dewi.

Dewi ketika berulang tahun yang ke 17 tahun, orang selalu mengatakan seperti bunga yang baru mekar, warna dan semerbak baunya, semua terasa masih begitu segar, banyak kumbang akan menghampiri. Saat itu, Dewi masih polos, namun dia selalu jual mahal.

Sampai umur 24 yang dimana merupakan puncak masa keemasannya. Ada seorang yang sepuluh tahun lalu mengenal Dewi ketika dia berumur 24 tahun, menanyakan masalah jodohnya. Dari paras mukanya dan dari garis tangannya, saya mengatakan masalah jodoh Dewi harusnya sudah terlewatkan setidaknya dua kali. Tetapi dia menjawab belum ada yang cocok. Saya sengaja bertanya apanya yang belum cocok, jawabannya kalau bukan parasnya, bisa jadi ekonominya atau banyak lagi alasan lainnya.

Saya hanya bisa menasehatinya, kalau menurut garis tangan yang saya lihat, sebaiknya jangan lewat umur 29 tahun. Segera tentukan dan pilih satu yang paling dianggap sesuai, tidak ada manusia yang sempurna, tentu setiap orang ada kekurangannya.

Waktu berlalu dengan cepat. Ketika Dewi menginjak usia 29 tahun, dia bertemu dengan saya kembali. Saya agak terkejut ketika dia kembali bertanya bagaimana dengan jodohnya? Saya bertanya kenapa belum menemukan jodohnya? Jawabannya tetap sama seperti beberapa tahun yang lalu. Saya hanya bisa berkata, jodoh memang ditentukan dari atas, namun manusia harus tetap berusaha, kalau setiap yang datang kamu tolak, berarti kamu menutup kemungkinan itu.

Dengan hati gelisah dia bertanya, apakah masih ada kesempatan mendapatkan jodohnya? Dengan agak berat saya katakan, saya hanya bisa meramalkan adanya tanda-tanda saja, tentu bukan saya yang menentukan. Saya meminta dia memohon sesuai keyakinan dan kepercayaannya.

Beberapa bulan kemudian kembali dia datang kepada saya, dan saya merasa aneh, ternyata muncul garis baru di garis jodoh pada telapak tangannya. Maka saya mengatakan, kemungkinan akan ada yang datang dalam waktu dekat dan jangan ditolak lagi. Memang benar setelah itu beberapa kali menelpon saya menanyakan adanya orang yang mengenalkan tapi menurut dia kurang cocok dengan seleranya. Saya juga tidak bisa bicara lagi, saya hanya menasehati kalau bisa diturunkan seleranya, diupayakan kalau bisa segera berkeluarga. Hanya itu yang bisa saya sampaikan karena saya tidak bisa juga membocorkan terlalu banyak rahasia alam ini.

Kenyataannya akhirnya tidak jadi juga. Sekarang, setelah sepuluh tahun sejak Dewi pertama bertemu dengan saya, dia masih hidup melajang. Masalah jodoh sungguh membuat banyak orang gelisah. Jodoh datang tanpa bisa ditebak arahnya, Sudahkah Anda memersiapkan diri? Sayangnya waktu tidak bisa diputar kembali.



Leave a Reply