Mari Belajar Fengshui #005: Sifat Manusia Berdasarkan Jarak Antara Kedua Mata

Fengshui Jarak Antara Kedua Mata

Masi mengenai pembahasan Fengshui wajah atau muka manusia, kali ini kita akan belajar mengetahui sifat-sifat manusia berdasarkan jarak antara kedua mata. Pelajaran yang ini cukup sederhana, tetapi sangat membantu dalam meningkatkan akurasi hasil ramalan menggunakan ilmu Fengshui wajah atau muka. Mari kita mulai.

Jarak antara kedua buah mata manusia idealnya adalah sama dengan ukuran satu mata, seperti gambar di atas. Tetapi tidak jarang kita menemukan orang-orang yang memiliki jarak antara kedua mata yang terlalu sempit atau terlalu lebar. Dari dua karakteristik seperti ini, kita dapat mengetahui kecenderungan sifat orang tersebut. Mari kita bahas keduanya.

Jarak Antara Kedua Mata Yang Terlalu Sempit

Karakteristik wajah seperti ini biasanya dijumpai pada orang-orang di negara barat. Orang-orang seperti ini cenderung memiliki pandangan yang luas dan cukup lihai melihat situasi. Hanya saja, mereka kurang tenaga dan kurang lapang dada ketika dihadapkan sesuatu yang memerlukan usaha yang cukup besar. Dalam melaksanakan pekerjaan, selalu mencoba mencari jalan pintas yang gampang atau yang sifatnya untung-untungan. Wanita banyak cemburu dan iri hati.

Jarak Antara Kedua Mata Yang Terlalu Lebar

Mereka dengan karakteristik wajah seperti ini biasanya memiliki sifat yang luwes, hanya saja kurang ulet dan kurang percaya diri. Sering muncul keraguan ketika melakukan sesuatu atau ketika hendak membuat keputusan. Mereka gampang tertimpa kerugian, dan pada akhirnya, mereka cenderung bersandar pada bantuan orang lain.

Bagaimana dengan pelajaran kali ini? Cukup sederhana kan?

Ini merupakan artikel ke-5 program belajar Fengshui, dan sampai sekarang kita masih membahas Fengshui wajah atau muka. Bagi yang telah mempraktekkan ilmu ini, harusnya sudah mulai muncul pertanyaan seperti berikut. Menurut ramalan Fengshui bentuk wajah dan bentuk dahi atau jidat, si A sifatnya ulet dan aktif, tetapi sifat menurut jarak antara kedua mata, si A harusnya memiliki sifat yang kurang ulet. Jadi yang manakah yang benar?

Ingin Mendapatkan Petunjuk Untuk Masa Depan Anda?

Meramal merupakan salah astu cabang ilmu Fengshui yang dapat memberikan kita petunjuk atas masa depan agar hidup kita bisa menjadi lebih baik.

Jika Anda ingin melakukan konsultasi dengan Mr. Lie, silakan hubungi kami sekarang juga.

Jangan lupa dengan prinsip “jangan mati di satu titik”. Kita sebaiknya juga menganalisa aspek lainnya dari orang tersebut, seperti bentuk mulut, garis telapak tangan, guratan pada wajah, dlsb. Dari sini kita akan bisa mendapatkan kesimpulan yang lebih akurat, maka dari itu kita harus terus belajar lebih banyak lagi. Jika statistik dari analisa kita tentang orang ini adalah 90% ulet, dan 10% malas, menurut Anda mana yang benar?

Kemudian, pengalaman kita dalam meramal juga dibutuhkan, kita harus bisa menggali informasi sebanyaknya dari orang tersebut. Mungkin saja sifat si A ketika masih muda berbeda dari sifat dia yang sekarang. Sebagai contoh: usahanya pernah bangkrut karena pada saat itu dia malas-malasan, kondisi ekonomi menjadi sulit dan keluarga menjadi susah, kemudian dia berusaha dan kerja keras untuk membangun bisnisnya kembali agar keluarganya bisa hidup dengan nyaman. Demi keluarganya, sifat malas-malasan dia berubah menjadi ulet.

Kesimpulannya, ketika kita meramal, jangan memvonis “pasti” tanpa ada sesuatu yang sangat jelas. Sampai disini dulu dan semoga bermanfaaat! Silakan dibagikan kepada orang-orang terdekat Anda.

Ingin Melakukan Konsultasi Atau Jasa Fengshui Lainnya?